Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

Home / Berita / Ekonomi / Energi / Finansial / Infrastruktur / Tanjab Barat

Jumat, 10 Juni 2022 - 03:33 WIB

Penegak Hukum Diminta Periksa Jalan Betiyu-Sri Agung

KUALATUNGKAL,Lj-Aktivis Tanjabbar meminta penegak hukum memeriksa rekanan dan Dinas PUPR, terkait kerusakan jalan Betiyu menuju Sri Agung Kecamatan Batang Asam.

Ketua LSM Petisi Saripudin dengan tegas mengatakan, meminta pihak kejaksaan dan kepolisian untuk memeriksa rekanan dan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam proyek tersebut.

“Kita dari LSM Petisi berharap persoalan ini di usut oleh pihak yang berwenang, terutama penegak hukum,”tegas pria yang akrab disapa Udin Codet ini.

Lanjutnya, pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan cerminan bagi oknum kontraktor dan oknum pejabat yang nakal yang berani bermain mengunakan uang negara untuk mencari keuntungan memperkaya diri sendiri,tanpa memikirkan mutu dan kualitas pekerjaan. “Uang negara ini uang rakyat, masak jalan dengan dana 3 Miliar baru 6 bulan sudah hancur, “pungkasnya.

BACA JUGA  Panen Penghargaan Tertinggi Lingkungan Hidup 11 KKKS Raih Proper Emas 

 

Sebelumnya Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tanjab Barat, Hamdani akan memanggil Dinas PUPR Tanjab Barat. Hal ini terkait pekerjaan jalan Betiyu menuju Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjab Barat. Pasalnya aspal yang baru dibangun pada tahun 2021 tersebut sudah hancur.

Dikatakan Politisi PDI Perjuangan itu, jalan yang dibangun menggunakan APBD tahun 2021 dengan anggaran sekitar Tiga Miliar lebih itu masih tanggung jawab rekanan yang sekarang, maka dari itu kalau tidak ditindak lanjuti maka pihaknya yang akan dipanggil.

“Dari hasil tinjauan lapangan pansus dan laporan warga saat reses juga, kondisi pekerjaan memang sudah sangat memprihatinkan, sudah tidak layak lagi karena baru selesai akhir tahun lalu, aspalnya sudah hancur,” jelas Hamdani.

BACA JUGA  Bupati Tanjab Barat Hadiri Tabligh Akbar Sambut Maulid Arbain

Karena itu, ditegaskan dia, dalam waktu dekat pihaknya Komisi III akan panggil Dinas PUPR dulu, karena masa pemeliharaan berdasarkan penjelasannya masih ada.

“Selain itu juga akan kita panggil pihak rekanan, kita akan pertanyaan mengapa bisa pekerjaan secepat itu hancur dengan anggaran yang lumayan besar,” tegas Hamdani.

Diketahui peningkatkan jalan Betiyu menuju Sri Agung Kecamatan Batang Asam ini dikerjakan PT Andina Konstruksi menggunakan dana APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2021*/vin)

Share :

Baca Juga

Berita

Jambi Dapat Bantuan Rp 68,8 Miliar dari Kementerian Pertanian

Berita

PetroChina International Jabung Ltd Sosialisasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001

Berita

SMPN 2 Kualatungkal Gelar Selebrasi Panen Karya P5 dan Launching Perpustakaan Hibrida

Berita

Ini Formasi Kepengurusan PWI Pusat Periode 2023 – 2028

Berita

Selama Kampanye Pemilu 2024, Polda Jambi Rekomendasikan Angkutan Batubara Dihentikan 75 Hari,

Berita

Bupati Anwar Sadat Hadiri Rapat Paripurna ke Tiga DPRD Tanjab Barat

Berita

Wakil Bupati Tanjab Barat Hadiri Gebyar PAUD Tanjab Barat Tahun 2023

Berita

Wabup Katamso Hadiri Lomba Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Digelar Sekda