Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

SKK Migas – PetroChina Tegaskan Dukungan pada Program Pengentasan Stunting di Jabung

KUALATUNGKAL,Lj-SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. terus bersinergi dengan pemerintah dan pihak-pihak lain dalam program pengentasan stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak.

Vice President Human Resources and Relations Dencio Renato Boele pada Senin (3/7) menyerahkan bantuan Program Pencegahan dan Penurunan Stunting 2023 kepada Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat dalam acara yang berlangsung di di Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara. Kali ini, bantuan yang diserahkan berupa 24 paket alat antropometri, 1.306 buku Kesehatan Ibu Anak (KIA) dan 180 kotak susu formula untuk balita. Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Syafei Syafri dan beberapa pejabat Pemkab TJB juga menghadiri acara tersebut.

“Sebagai perusahaan hulu migas yang beroperasi di TJB, PetroChina Jabung memberi perhatian pada pengembangan masyarakat lokal di kabupaten yang kita banggakan ini, karena kami menyadari bahwa masyarakat lokal yang berdaya adalah mitra strategis bagi industri hulu migas di Indonesia,” Dencio menyampaikan.

”Salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya adalah dukungan terhadap kesehatan, terutama sekali kesehatan ibu dan balita. Balita-balita yang sehat insya Allah akan tumbuh menjadi anak-anak cerdas yang kelak membawa masa depan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi semakin baik lagi,” kata Dencio.

Sejak tahun 2022, PetroChina telah melaksanakan beberapa Program Pengembangan Masyarakat (PPM) untuk pengentasan stunting di kedua kabupaten di Wilayah Kerja Jabung, yaitu di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Bersama dengan Dinas Kesehatan setempat, PetroChina menggelar orientasi dan peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pencegahan stunting. Selain menargetkan para kader posyandu, PetroChina juga memberikan pelatihan kader gizi yang berasal dari warga sekitar. Salah satu kunci dari pencegahan stunting pada anak-anak adalah melalui pemberian makanan dengan gizi seimbang. Sosialisasi gizi yang melibatkan kader warga sekitar diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya nutrisi berimbang selama masa tumbuh kembang.

BACA JUGA  Wabup Hadiri Rapat Monitoring Evaluasi Optimalisasi Pendapatan Daerah

PetroChina juga berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi untuk memberikan sosialisasi mengenai stunting dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada ibu hamil di Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memantau kesehatan ibu serta tumbuh kembang janin sesuai dengan tahapan usia kehamilan.

Percepatan penurunan stunting pada balita adalah program prioritas pemerintah yang dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pencegahan stunting menyasar berbagai penyebab langsung dan tidak langsung yang memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor di seluruh tingkatan pemerintah, swasta dan dunia usaha serta masyarakat.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei Syafri menyampaikan Bantuan program penurunan stunting yang diserahkan ini harapannya dapat menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebagaimana juga dalam mendukung program Pemerintah dalam percepatan penurunan stunting sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Program bantuan tersebut dikatakan Syafei merupakan salah satu kegiatan pada 5 Pilar Program Pengembangan Masyarakat yang terdiri dari Program Sosial Ekonomi, Pendidikan, Infrastruktur, Kesehatan dan Lingkungan. ”Program kesehatan yang kami berikan merupakan bentuk nyata kepedulian Industri Hulu Migas kepada masyarakat guna menciptakan dan memelihara keseimbangan antara upaya-upaya meningkatkan pendapatan Negara, menciptakan keuntungan bagi KKKS, melaksanakan fungsi-fungsi sosial dan memelihara lingkungan hidup,” ungkap Syafei.

Selanjutnya Syafei juga menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi atas peran Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang selama ini telah mendukung kegiatan hulu migas dan turut menjaga kegiatan operasional di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. ”Kami sangat berharap dukungan ini dapat terus kami terima, karena ini menjadi salah satu modal untuk dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya dalam mendukung terwujudnya kedaulatan energi nasional serta energi yang berkeadilan, juga pembangunan Indonesia seutuhnya yang selalu dicita-citakan,” lanjut Syafei. Hal tersebut dijelaskan Syafei sesuai pula dengan Instruksi Presiden RI bahwa hulu migas memiliki Visi Produksi 1 Juta BOPD Minyak dan 12 BSCFD Gas pada tahun 2023.

BACA JUGA  Mantap, Tanggul Parit Nasikin Baru Dibangun sudah Amblas

Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten yang ia pimpin ini semakin membaik untuk kondisi masalah gizi hal ini terlihat dari turunnya prevalensi stunting dari 44% tahun 2018 menjadi 9,9% tahun 2022 sementara balita wasting dari 13 % di tahun 2018 menjadi 2,7 % di tahun 2022. Namun hal ini ditekankan Anwar jangan dijadikan sebuah kondisi untuk menjadi lengah, program-program pengentasan permasalahan gizi harus terus digalakkan agar kedepan dapat terus memberikan dampak yang baik bagi kehidupan masyarakat yang sehat. Semua pihak dilanjutkan Anwar, agar terus berkoordinasi untuk memberikan peran yang optimal dalam upaya membantu menyelesaikan permasalahan ini. ”untuk itu kita semua, Pemerintah, Masyarakat, pihak perusahaan dan semua jangan sampai kendor intervensi program dan kegiatan penurunan stunting harus tetap dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Anwar.

Ia juga mengharapkan dengan kinerja dan strategi yang maksimal dapat membuahkan hasil yang baik agar tahun 2024 mendatang Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat menjadi daerah yang paling rendah angka stuntingnya tidak hanya ditingkat Provinsi namun juga ditingkat Nasional. ”hal tersebut supaya dapat terwujud harus menjadi komitmen bersama dari Desa, Kelurahan dan Pemkab serta butuh tentunya dukungan dari perusahaan ataupun industri yang beroperasional di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini,” tutup Anwar.(*/Vin)

Share :

Baca Juga

Advetorial/Society

Ketua DPRD Tanjab Barat Turut Hadir HUT Bank 9 Jambi Ke 61

Berita

Wakil Bupati Tanjab Barat Hadiri Rapat Paripurna Dalam Rangka Tanggapan Bupati Atas Pemandangan Umum Anggota DPRD

Berita

SKK Migas – KKKS Wilayah Jambi Gelar Dialog dan Diskusi Bersama Wamenaker RI

Berita

Seorang Anak di Teluk Nilau Bacok Kedua Orang Tua Hingga Tewas

Berita

Bupati Bersama Gubernur Jambi Panen Cabai Merah Milik Kelompok Tani Tanjab Barat

Advetorial/Society

Bupati UAS Hadiri Kegiatan Entry Meeting Bersama BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi

Berita

Katamso Cs Dilantik, 7 OPD Bakal Kocok Ulang ?

Advetorial/Society

Ketua DPRD Tanjab Barat Hadiri Acara Firewell Parade Kapolres Tanjab Barat