Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

Home / Uncategorized

Kamis, 29 Desember 2022 - 09:02 WIB

SKK Migas Tegaskan Korban Kecelakaan Kerja di Pematang Buluh Sudah Penuhi SOP

Jakarta,Lj– PetroChina International Jabung Ltd menyampaikan perkembangan kasus kecelakaan kerja di area NEB#9 di Betara yang terjadi pada Minggu (18/12), terutama berkaitan dengan jam kerja.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berada di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, PetroChina mengoperasikan Wilayah Kerja Jabung di Provinsi Jambi selama 24 jam.

“Produksi minyak dan gas berjalan sepanjang waktu, dengan para pekerja lapangan kami sebagai tulang punggung kegiatan ini,” Vice President Human Resources and Relations Dencio R. Boele menyampaikan pernyataan pada hari Rabu (28/12).

Tidak hanya di Wilayah Kerja Jabung, kegiatan nonstop selama 24 jam penuh juga ditemukan di blok-blok minyak dan gas lainnya. Seluruh pekerja lapangan yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi minyak dan gas memiliki durasi waktu bekerja yang berbeda.

Kecelakaan kerja di area NEB#9 di Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, terjadi pada Minggu (18/12) pukul 01.45 WIB saat para pekerja telah selesai melakukan perbaikan kebocoran pipa gas yang menghubungkan sumur West Betara dengan Betara Gas Plant (BGP).

“Kebocoran pipa gas dapat terjadi di wilayah kerja manapun, dan kebocoran harus segera ditangani jam berapapun demi menjaga keamanan di sekitar area tersebut,” tambahnya. Kebocoran juga harus ditangani dengan cepat untuk mencegah kemungkinan production loss (kehilangan produksi).

BACA JUGA  Direktur RSUD Dampingi Bupati Tanjab Barat, Resmikan Rumah Singgah Keluarga Pasien Rawat Inap Kurang Mampu

“Perbaikan pipa malam itu dilakukan oleh para pekerja yang memang sedang dalam kondisi standby untuk bertugas. Bila ada pekerja yang bekerja di luar jam kerjanya, perusahaan juga membayarkan overtime (waktu lemburnya) sesuai dengan peraturan,” tambah Dencio.

Kecelakaan kerja yang terjadi di area NEB#9 melukai delapan pekerja. Enam pekerja dievakuasi ke Jakarta sejak Senin (19/12) untuk menerima perawatan intensif. Dua di antaranya, Kastalani dan Randi Afrianto, meninggal setelah dirawat selama beberapa hari di Jakarta. Kondisi empat pekerja lain yang dirawat di rumah sakit yang sama berangsur membaik.

Dua orang pekerja lainnya dirawat di rumah sakit di Jambi dan saat ini telah diizinkan melanjutkan perawatan jalan. Satu di antaranya telah dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk persiapan proses fisioterapi dan pengecekan lebih lanjut.
Sampai dengan saat ini, investigasi internal mengenai kecelakaan kerja di area NEB#9 masih berlangsung. Namun, telah dipastikan bahwa saat terjadi kecelakaan, semua pekerja menggunakan APD lengkap sesuai dengan prosedur dan memiliki kelengkapan dokumen izin kerja yang diperlukan.

BACA JUGA  Bupati Tanjab Barat Tinjau Langsung Pendistribusian Subsidi BBM dan Bansos Sembako

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Mahendrawan menegaskan memang benar bahwa seluruh pekerja yang turun ke lapangan sudah menjalankan SOP sebagaimana mestinya termasuk 8 (delapan) pekerja yang menjadi korban. “Setiap pekerja yang turun ke lapangan dilakukan pengecekan terlebih dahulu mulai dari kesehatan (fit to work), kelengkapan dokumen izin kerja, penggunaan APD yang lengkap serta safety induction,” tegasnya.

Kegiatan proses produksi yang berjalan selama 24 jam setiap hari tentunya harus diawasi dan dilakukan pengecekan secara berkala dan bergantian sesuai jam kerja. “Jika terjadi kendala atau masalah di lapangan, pekerja harus cepat tanggap termasuk kebocoran pipa gas agar tidak menghambat jalannya proses produksi gas,” ujar Anggono.

Anggono melanjutkan bahwa seluruh SOP telah dijalankan sesuai dengan ketentuan namun hal yang terjadi di lapangan memang tidak bisa diprediksi.

Dengan kejadian ini harapannya agar menjadi bahan evaluasi dan investigasi lebih dalam bagi KKKS dalam hal ini PetroChina International Jabung Ltd. agar kedepannya dapat meminimalisir kejadian yang serupa dan menjadi perhatian yang lebih bagi para pekerja agar jauh lebih berhati-hati lagi.
Standby statement ini akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan investigasi di lapangan.(Vin/*)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bupati UAS Resmikan Jembatan Desa Muara Sebrang Kec Seberang Kota

Berita

Temuan BPK di RSUD Kuala Tungkal Capai Rp1,8Miliar, Kinerja Dewan Pengawas Dipertanyakan

Uncategorized

Bupati UAS Mengikuti Virtual Banggakencana Bersama Presiden RI

Uncategorized

Taekwondo Tanjabbar Borong 25 Medali di Gubernur Jambi Cup 2022

Uncategorized

Stand Pameran Produk Unggulan Tanjabbar di Serbu Pengunjung Pada Acara Gernas BBI

Uncategorized

Diduga Praktek Aborsi, Ibu dan Bayi Meninggal di Kamar Hotel Setia Jaya

Uncategorized

Bupati UAS Resmikan Masjid As-Syarif Kodim 0419/Tanjab

Uncategorized

Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia