Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

Home / Berita / Bisnis / Ekonomi / Energi / Finansial / Infrastruktur / Pemerintahan / Tanjab Barat

Kamis, 15 Desember 2022 - 07:38 WIB

Di Undang Komisi II Terkait Temuan 1,8 M, Dirut RSUD Daud Arif Mangkir

KUALATUNGKAL,Lj-Mencuat atas temuan BPK RI perwakilan provinsi Jambi di Rumah Sakit umum daerah (RSUD) Daud Arif Kualatungkal,Komisi ll DPRD Tanjabbar selaku mitra kerja dan pengawasan langsung bergerak cepat. Komisi II langsung melayangkan surat secara resmi memanggil pihak RSUD Daud Arif Kualatungkal untuk hadir dalam rapat,Selasa( 13/12/22).

Sayangnya Bedasarkan informasi dihimpun, tidak ada satupun pihak RSUD Daud Arif Kualatungkal yang hadir memenuhi undangan tersebut. Padahal surat secara resmi yang dilayangkan Komisi ll DPRD Tanjab selaku Mitra Kerja RSUD.

Sejauh ini belum ada kejelasan dan tanggapan terkait tidak hadirnya pihak RSUD Daud Arif Kualatungkal dalam rapat tersebut.

Ketua Komisi ll DPRD Tanjab Sugrayogi Syaiful saat di konfirmasi hal tersebut membenarkan bahwa pihak RSUD tidak hadir memenuhi undangannya.

BACA JUGA  WO Seiyo Sekato Organizer Buka Recrutmen untuk Anggota Tim Baru, Ini Syaratnya

“Pihak RSUD tidak datang,”tegas politisi muda Partai Golkar ini. “Kami juga tidak tahu kenapa pihak RSUD tidak datang, namun kami berikan waktu dan jadwal kepada pihak RSUD kapan kesiapan pihak RSUD kita tunggu,”tutupnya.

Sayangnya pihak Dirut RSUD Daud Arif Kualatungkal dr Hamonangan Sitompul, terkait hal ini di upaya hubungi melalui via WhatsApp pribadinya belum berhasil di konfirmasi sampai berita ini di terbitkan.

Sebelumnya,Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Jambi mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Pengelolaan Pendapatan dan Belanja RSUD K.H. Daud Arif Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) Tahun Anggaran 2022 ditemukan kerugian sekitar Rp1,8 miliar terbanyak dari pengadaan obat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK menemukan beberapa permasalahan diantaranya:

1. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja Operasional BLUD tidak sesuai
ketentuan;

BACA JUGA  Segini Besarnya Zakat Fitrah untuk Warga Tanjab Barat Tahun 2023

2. Pengelolaan dan penatausahaan Pendapatan dari Pelayanan Pasien Umum pada RSUD
K.H. Daud Arif belum memadai;

3. Pengajuan klaim Jaminan Kesehatan Nasional terlambat dan berisiko membebani
keuangan RSUD K.H. Daud Arif;

4. Pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai tanpa bukti kehadiran pegawai sebesar
Rp56,01 juta;

5. Belanja Jasa Pelayanan Pasien Covid-19 sebesar Rp313,20 juta tidak sesuai ketentuan;

6. Pengadaan Obat-obatan tidak sesuai ketentuan dan mengakibatkan kelebihan
pembayaran sebesar Rp1,19 miliar;

7. Kerja sama penyediaan peralatan penghasil oksigen membebani keuangan RSUD minimal
sebesar Rp164,67 juta; dan

8. Metode pemilihan penyedia dalam Pengadaan Peralatan dan Mesin tidak sesuai ketentuan
dan terdapat indikasi pemahalan harga sebesar Rp141,40 juta(*/vin)

Share :

Baca Juga

Berita

UAS : Caffe Moderen Serambi Tungkal Bakal Jadi Ikon Kuliner Tanjabbar

Berita

Panitia Festival Arakan Sahur Tahun 2022 Dinilai Tidak Transparan, Peserta Kecewa Hadiah Tidak Dibahas Dalam TM

Berita

Baznas Tanjabbar Terima Penghargaan Terbaik se Provinsi Jambi

Advetorial/Society

Bupati Anwar Sadat Bagi Bagi Sembagko Ke Masyarakat

Berita

Jalan Dalam Kota Kuala Tungkal Dikepung Banjir Rob, Anak Anak Gunakan Sarana Mandi Berenang

Berita

Peserta Arakan Sahur Wajib Vaksin Minimal Dua Kali, Hanya 4 Gerobak Arakan dan 15 Orang Personel

Berita

Anggota DPRD H Fahrizal Gelar Reses Sidang Ke 2 di Desa Taman Raja

Berita

Tanjabbar Segera Miliki Gedung Multifungsi Petro Berkah Pengabuan Convention CenterĀ