Kuala Tungkal,Lj — Khazanah musik Melayu kembali diperkaya dengan hadirnya album terbaru bertajuk “Purnama Ditepian Senja”, sebuah karya orisinal tahun 2026 yang mengangkat nilai budaya, kehidupan sosial, serta kearifan lokal masyarakat pesisir Kuala Tungkal.
Album ini memuat enam lagu bernuansa Melayu klasik dan tradisional, yang seluruhnya merupakan ciptaan M. Iryani, SP. Melalui lirik-lirik yang sederhana namun sarat makna, setiap lagu menggambarkan kisah kehidupan nelayan, kebersamaan masyarakat kampung, kerinduan akan kampung halaman, hingga doa dan penghormatan kepada orang tua.
Judul-judul lagu seperti “Bujang Kampung Nelayan”, “Senandung Pesisir Kuala Tungkal”, “Dermaga Tangga Raja”, “Siti Marwiyah”, “Siti Ruqayah”, serta “Do’a Ayah Bunda” menjadi representasi kuat identitas budaya Melayu pesisir yang diwariskan secara turun-temurun.
Dari sisi musikalitas, album ini digarap dengan aransemen khas Melayu oleh Iik Ikram selaku arranger. Sentuhan musik yang lembut dan harmonis berpadu dengan melodi tradisional, menghadirkan suasana tenang, sendu, dan penuh penghayatan. Sementara itu, pengarahan vokal dilakukan oleh Vivin sebagai Vocal Director, yang memastikan setiap penyanyi mampu menyampaikan karakter dan emosi lagu secara mendalam.
Album “Purnama Ditepian Senja” dibawakan oleh Rifatul Hasana, Syafiaturrahmah, Nisa, RF, Gano Danu MC, dan M. Iryani, SP. Penampilan para pengisi vokal dalam balutan busana Melayu pada sampul album turut memperkuat pesan kebersamaan dan identitas budaya yang menjadi ruh utama karya ini.
Perilisan album ini mendapat apresiasi dari Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadar, M.Ag, bersama Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, SE, ME. Keduanya menyampaikan penghargaan dan rasa bangga kepada Sanggar Nada Purnama atas dedikasinya dalam melahirkan karya seni yang berakar kuat pada budaya daerah.
Menurut mereka, album “Purnama Ditepian Senja” diharapkan mampu menanamkan rasa cinta masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap lagu-lagu daerah dan budaya Melayu pesisir. Album ini juga dinilai sebagai cerminan nilai-nilai kebudayaan masyarakat pesisir yang sarat dengan semangat kebersamaan, kearifan lokal, kerinduan akan kampung halaman, serta doa-doa yang tumbuh dalam ikatan kekeluargaan dan tradisi.
Lebih lanjut, Bupati dan Wakil Bupati berharap karya-karya seni seperti ini dapat terus hadir dan berkembang, sehingga mampu menjaga dan merawat warisan budaya daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian seni dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.
Dengan hadirnya album “Purnama Ditepian Senja”, diharapkan musik Melayu tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap tumbuh, dikenal, dan dicintai di tengah perkembangan zaman.(&)









