Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

Merasa Terganggu Ucapan Dedi di WA Soal PT DAS, Sejumlah Kepala Desa di Ulu Nyatakan Sikap 

KUALA TUNGKAL,Lj- Sejumlah Kepala Desa (Kades) Tanjung Jabung Barat menyatakan sikap perihal konflik PT Dasa Anugerah Sejati (DAS) yang hingga saat ini masih berlanjut.

Pernyataan sikap itu dipimpin langsung oleh M Sadat Kepala Desa Penyambungan didampingi beberapa Kades, Lurah di bagian Ulu, Minggu (3/3/2024).

 

“Kami para kepala desa dan lurah yang ada dibagian ulu, dari Kecamatan Merlung, Kecamatan Tungkal Ulu, dan Kecamatan Batang Asam menyatakan sikap tentang permasalahan gugatan Desa Badang terhadap penyelesaian fasilitasi 20 persen dari luas areal IUP B atau IUP,”ujarnya.

 

Ada beberapa point yang disampaikan oleh para Kepala Desa tersebut atas konflik yang terjadi saat ini.

 

1.Kepala Desa dan Lurah menyatakan bahwa penyelesaian 20 persen kewajiban perusahaan diluar Desa Badang sudah diselesaikan ditingkat desa.

 

2. Para kepala desa merasa terhadap Desa Badang yang menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terhadap SK CPCL yang dimana termasuk delapan desa (read-desa kami) merasa keberatan jika ini menjadi salah satu gugatan yang membatalkan SK tersebut.

BACA JUGA  Atlet Renang Tanjabbar Raih Medali Emas di Bengkulu

 

3. Para kepala desa dan lurah sangat menghormati dan mentaati hukum apa yang sudah disampaikan di media pernyataan Bupati Tanjung Jabung Barat bahwa terhadap gugatan Desa Badang sudah di SP3 kan oleh Polda Jambi.

 

M Sadat menyebut, masyarakat di delapan desa dan kelurahan dibagian ulu merasa terganggu atas pertanyaan Dedi Arianto di status Whatsapp pribadi milik nya.

 

Yang mana kata Kepala Desa ini, Dedi menyampaikan, “kepada sanak-sanak saudara dibagian Ulu Pengabuan, jangan mau dibodoh-bodohi jangan mau dirayu dengan banderol kompensasi 12 juta perhektar dari 20 persen pengelolaan HGU karena teknis rumus PerMenTan nomor 18 tahun 2021 adalah 48 juta perhektar. 20 persen itu minimal biso lebih dari 20 persen karena relatif sesuai objek,” tulis Dedi Arianto di status Whatsapp milik pribadi nya.

BACA JUGA  Terima Pin Emas SMSI, Kasad Ajak Insan Pers Tangkal Berita Hoaks

 

Dengan tegas, sejumlah Kepala Desa ini menyatakan apa yang disampaikan Dedi di Whatsapp milik pribadi nya tidak benar.

 

Ia menyebut, persoalan itu sudah selesai, jika ada persoalan antara Desa Badang dan PT DAS, M Sadat bilang jangan bawa-bawa nama desa lain apalagi sampai membuat kegaduhan.

 

“Barang itu udah selesai, masyarakat di delapan desa sudah nerima, apalagi yang di persoal kan,kalau masalah desa dia serah dia, jangan bawa-bawa desa kawan,cuma satu desa yang dak nerima dak yang lain nerima lah,” ujarnya.

 

Hingga berita ini terbitkan, awak media sudah berupaya mengkonfirmasi Dedi Arianto terkait statmen di Whatsapp namun belum ada jawaban nya (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Kick-off PMT Proyek LNG Abadi Setelah Persetujuan Revisi POD

Berita

Ketua DPRD Hadiri Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi RI

Berita

Sekda Hadiri Rakor OPD Lingkup Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tahun 2023

Berita

Bupati Buka Resmi Diklat Pemberdayaan Masyarakat Basic Safety Training Kapal Layar Motor

Berita

Disparpora Tanjabbar Gelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2024, Ini Pemenangnya

Berita

Sambut Hari Bhakti Imigrasi ke 74, Kanim Jambi Gelar Layanan Paspor Simpatik 

Berita

SERAH TERIMA AREA OPERASI BETUNG MERUO SENAMI OLEH PT PERTAMINA EP FIELD JAMBI 

Berita

PPP Resmi Usung Haris-Sani di Pilgub Jambi 2024