KUALATUNGKAL, Lj – Anggota DPRD Provinsi Jambi Ahmad Jahfar, sepakat dan mendukung penuh pengelolaan Terminal Pembengis kecamatan Bramitam dikembalikan ke Kabupaten Tanjab Barat.
Bahkan Anggota DPRD Dapil Tanjabbar-Tanjabtim, ini sudah melakukan tinjauan kelapangan dan rapat kerja (Raker) Komisi dengan OPD Provinsi Jambi terkait.
“Ini sudah saya usulkan, dalam tinjauan ke lapangan dan rapat kerja komisi dengan OPD supaya dikembalikan saja ke Kabupaten,” ungkap Jahfar, Senin (5/1/2025).
Jahfar menegaskan agar OPD terkait untuk segera menindak lanjutinya, agar bisa di kelola oleh Kabupaten untuk memperindah tata kota. “Saya minta agar Dinas Perhubungan dan OPD terkait lainnya agar segera menindak lanjutinya,”tegas politisi Partai Golkar ini.
Terpisah, Camat Bramitam, Rendriawan Akbar, juga menyarankan hal yang sama. Hal ini untuk menjaga menurutnya lokasi yang gelap disalahgunakan menjadi tempat tindak kejahatan.
“Yang kita khawatirkan tempat tersebut disalah gunakan menjadi tempat mesum, transaksi narkoba dan tindak kejahatan lainnya, maklum suasana yang gelap tertutup berbagai tanaman,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Terminal Tipe B Pembengis, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) terbengkalai masyarakat meminta agar dikembalikan ke daerah.
Hery, warga Tanjabbar meminta agar pemerintah provinsi mengembalikan bangunan terminal tersebut ke daerah. Sebab terminal tersebut saat ini terbengkalai dan kumuh serta tidak terurus.
Ia juga meminta jika dikembalikan ke daerah diharapkan bisa lebih bermanfaat daripada provinsi terbengkalai seperti saat ini.
“Kalau pemprov tidak bisa urus kembalikan lah ke daerah, dulu di urus kabupaten lebih terurus,” ucapnya.
Saat ini terminal tersebut jangan kan diurus, pemprov tidak ada melihat sama sekali sepertinya. Terminal itu seharusnya bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat Tanjabbar.
“Kita harapkan agar di daerah ini bisa dimanfaatkan bukan teronggok seperti itu,” ucapnya.
Sementara itu, Yudi juga mengungkapkan jika tempat tersebut hanya membuat kumuh sehingga membuat daerah tampak tidak baik.
“Itukan berada di jalan mau masuk Tungkal, orang melihat tidak enak,” ucapnya.
Yudi mengatakan jika tempat itu untuk bongkar muat, atau aktivitas lainnya yang bisa dikelola daerah sehinga masyarakat juga bisa diberdayakan dan perekonomian bergerak.
“Kalau daerah kan semua bisa disitu kalau pemrov jangankan mau ngrusu, nengok bae Idak.” Tandasnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kadishub Tanjabbar Agus Sumantri mengatakan pihaknya akan menanggapi permintaan masyarakat itu. Ia berharap Pemprov bisa menghibahkan terminal tersebut agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan daerah.
“Kita usahakan agar lebih bermanfaat, kita akan surat secara resmi nanti,” ucapnya.
Agus menegaskan terminal saat ini memang benar-benar terbengkalai. Ia berharap nantinya bisa dikelola daerah dan bisa dimanfaatkan sebagai kemasukan pendapatan daerah.
“Kita upayakan itu, karena kalau saya lihat daerah bisa mendapatkan PAD dari situ.” Tandasnya.(*)









