Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

Telan ADD Ratusan Juta Rupiah, Pemeliharaan Jalan Desa Bukit Bakar diduga Mark Up

KUALATUNGKAL,Lj- Pemeliharaan jalan di tiga titik di Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang bersumber dari dana desa sebesar Rp500 juta lebih itu diduga di mark up.

Pemeliharaan di Jalan Usaha Tani dengan volume pekerjaan 900 meter (532 meter x 0,15 meter x 4 meter) di RT 06 dengan nilai Rp210.156.530,-. bersumber dari dana desa. Kemudian pemeliharaan Jalan Desa 800 meter (430 meter x 4 meter x 0,15 meter) di RT 02 dengan nilai Rp177.266.530,- bersumber dari dana desa.

Selanjutnya pemeliharaan Jalan Usaha Tani pekerjaan 900 meter (350 meter x 4 meter x 0,15 meter) di RT08 dengan dana Rp138.848.140,- yang bersumber dari dana desa 2023. Jika ditotalkan tiga pekerjaan itu mencapai Rp526.271.200,-.

“Itu sumber dananya dana desa ini pekerjaannya macam itu ga layak. Kalau hujan jadi payah lewat jadi bubur,” kata sumber yang enggan disebut namanya di Desa Bukit Bakar.

Ia mengetakan awalnya masyarakat tidak mengetahui besaran dana pemeliharaan tiga ruas jalan tersebut. Saat pekerjaan dilakukan tidak terpasang papan merek pekerjaan. Akan tetapi saat sekitar bulan oktober 2023 ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan masuk ke desa-desa di Tanjabbar melakukan audit papan tersebut baru dipasang.

BACA JUGA  Ketua DPRD Muaro Jambi Terima Gelar Adat Melayu Jambi Adipati Agung Setyo Negeri

“Disinilah kami tau kalau anggaranya dan volumenya segitu. Ketebalannya ternyata 15 cm tapi kenyataannya dilapangan jangankan 15 cm, 2 cm saja tidak ada itu,” ungkapnya.

Masih dari sumber ini memaparkan jalan itu kalau dari perencanaannya yang diketahui menggunakan base course tapi kenyataan dilapangan batu pecahan yang besar-besar bercampur tanah.

“Ini bukan batu beskos tapi batu sampah beskos kan parah ini. Dananya juga besar,” ungkapnya.

Informasi yang dirinya terima setiap satu truknya batu campur tanah yang dibangunkan itu dananya mencapai Rp 5 juta pertruknya. Tentu, kata dia hal ini tidak wajar sebab jika batu campur tanah bisa dibawah Rp 3 juta.

“Tinggal kalikan saja berapa banyak batu campur tanah yang disebut kades batu beskos itu. Anggaplah itu hitungannya 10 truk kalikan 5 sudah jelas Rp50 jutaan. Kalau harga normalnya dibawah Rp3juta pertruk pasti ada keuntungan 2 juta kemana ini,” ucapnya.

Selain itu, informasi yang diterima dirinya alat berat yang digunakan untuk pengerasan jalan itu merupakan pinjaman dari perusahaan disekitar desa. Akan tetapi informasinya itu masuk dalam anggaran pekerjaan sebagai sewa alat.

“Kan ada dua alatnya. Bayarnya biasanya kan perjam. 1 jam itu Rp600ribu -Rp700ribu tinggalkan kalikan 30 jam saja anggar kan sekitar Rp21jutaan. Kalau dia dibantu perusahaan tanpa bayar besar juga dananya itu,” ujarnya.

BACA JUGA  Polsek Tebing Tinggi Tangkap 3 Orang Penyabu

Masih menurut sumber yang engan namanya disebutkan. Menurutnya, jalan tersebut sudah bagus tetapi malah dilakukan pemeliharaan dengan batus bescost yang bercampur tanah. Akibat hal itu saat hujan turun jalan menjadi bubur dan licin.

“Harusnya tinggal beton, karena jalan rintisan awal itu sudah bagus tinggal butuh peningkatan untuk di beton atay aspal bagus jadinya. Kalau sekarang balik lagi kaya awal dulu.” Tandasnya

Terkait hal itu, Kades Bukit Bakar Srianto mengatakan jika jalan tersebut dilakukan pemeliharaan dengan menggunakan batu bescost. Tetapi saat ditanya sejak kapan ada batu bescost bercampur tanah dan batunya besar. Ia kembali menegaskan jika batu untuk jalan tetsebut merupakan batu bescost.

“Batu bescost itu batunya,” katanya.

Bahkan, ia saat ditanya terkait dengan dua alat yang digunakan motor geleder 24 jam dan Vibro Roller yang digunakan selama 16 jam yang merupakan pinjaman perusahaan, kades membantah ia mengaku alat tersebut berasal dari Jambi. Padahal dalam surat peminjaman jelas berasal dari perusahaan yang digunakan pada 19 April 2023.

“Itu alat dari Jambi, dari Jambi alat itu bukan dari perusahaan.” Tandasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Wabup Tanjabbar Terima DIPA dan TKDD Tahun 2024

Berita

SKK Migas Apresiasi Capaian Lifting Blok Corridor Melampaui Target APBN 2022

Berita

40 Team Berlaga di SMSI Futsal Vaganza Piala Ketua Karang Taruna

Berita

Bupati Minta Jadestone Energy Peka dengan Dampak LingkunganĀ 

Berita

Korban Pipa Gas Meledak di Pematang Buluh Berangsur Membaik

Berita

Ketua DPRD Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi di Provinsi Jambi

Berita

Al Haris Hadiri Peringatan Isra Miraj Bersama Habib Luthfi di Tungkal Ulu

Berita

Bupati UAS Tutup MTQ ke 51 Tingkat Kabupaten Tanjab Barat