Sambut Hari Bahkti Adhyaksa ke 62 dan HUT IAD ke 22, Kejari Tanjung Jabung Barat Santuni Anak Panti Asuhan dan Purnaja di Tanjab Barat Diduga Proses Tender Cacat Hukum, Rekanan Bakal Pidanakan Pokja Banyak Salah Lokasi, Proyek di Dinas PU PR Tanjabbar Dibatalkan Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Betara

Home / Berita / Nasional / Pemerintahan / Tanjab Barat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Anggaran 6,2 Milliar, Seragam Sekolah SD ‘Gratis’ Banyak Ditemukan Ukuran Kecil, Emak Emak Kecewa Tak Bisa Digunakan Anak

p-Dinas Pendidikan Akui Rekanan Memang Tidak Ukur Langsung Ke Sekolah Sekolah se Kabupaten Tanjab Barat.
KUALATUNGKAL Lj – Program seragam sekolah gratis SD untuk siswa ajaran baru tahun 2026 se Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang diberikan secara cuma cuma oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjab Barat diduga mengecewakan emak emak wali murid.
Pasalnya, seragam sekolah masing masing diberikan satu setel merah putih dan pramukan ini, disalurkan langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang kini tidak bisa digunakan beberapa siswa, lantaran ukuran nya kecil meskipun sesuai ukuran (size red) yang dipesan.
Lantas, orang tua wali murid yang mendapkan seragam sekolah tersebut terpaksa angkat bicara, setelah menerima seragam sekolah yang tidak sesuai harapan mereka.
Hal ini telah diakui satu wali murid SDN 004/V Kec.Tungkal Ilir Tanjab Barat kepada media ini, kemarin yang enggan menyebutkan nama nya itu.
Menurut dia, seragam sekolah tersebut diterima dia beberapa hari yang lalu dari pihak Sekolah. Semua seragam diberikan langsung ketangan masing masing wali murid, dan diberikan tanda terima dari pihak sekolah.
“Kemarin itu kita hanya diminta ukuran saja, ditanya anak pakai baju size apa, terus saya bilang ukuran L. Setelah datang memang size L tapi kecil dan tidak muat untuk anak,” tandasnya.
Selain itu, lanjut dijelaskan nya tidak hanya punya anak dia saja baju seragam sekolah ini yang tiba ukuran kecil, akan tetapi anak anak lain pun satu ruang kelas dengan anak dia juga mengalami nasib yang sama.
“Kami pastilah kecewa melihat baju yang diberikan gratis itu tidak bisa kita gunakan untuk anak kita,” sedihnya.
Dia menyarankan, seharusnya anak yang bersangkutan diukur sesuai berat badan saja. Tentu seragam sekolah yang diberikan akan sesuai ukuran, sehingga bisa digunakan anak tersebut . Apalagi ini program dari Bupati Tanjab Barat jika tidak bisa digunakan tentu sangat mubazir, karena ini juga uang rakyat
“Kalau saya senang karena dikasih gratis, tapi kalau tidak bisa digunakan ya untuk apa. Mau dijadikan pajangan iya,” sindirnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SDN 033/V Kec Bram Itam, Tanjab Barat melalui Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nya Yuda ditemui awak media di SDN 033/V  mengatakan, benar bahwa baju seragam sekolah untuk siswa kelas satu yang diberikan secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat masing masing satu setel merah putih dan pramuka sudah diterima pihak nya langsung ke wali murid.
Kemarin itu, seragam sekolah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj.Fadhilah Sadat saat kunjungan kerja ke Bram Itam, kemarin Selasa (04/8/26).
Dijelaskan dia, ada sekitar 58 siswa yang menerima seragam sekolah di SDN 33/V ini.
“Ada sekitar lima orang siswa yang seragam nya kita kembalikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, karena yang datang baju seragam nya itu ukuran nya kecil dan tidak muat dengan siswa,” ungkap Yuda, Senin (24/8/26).
Selain itu juga, lanjut dia hampir rata rata seragam yang diterima tersebut ukuran nya kecil, perut dan bahu siswa hampir semua tidak masuk. Ditambah lagi, rok seragam siswi yang datang inipun juga kurang panjang, sehingga menimbulkan kegantungan saat digunakan siswi.
“Kemarin itu memang dari pihak yang mendapatkan proyek atau tukang jahit nya tidak datang langsung ke sekolah kita ini untuk mengukur langsung kepada siswa kita. Jadi kami dari pihak sekolah yang disuruh mengukur kebadan siswa nya, mereka hanya minta ukuran nya saja,” akui Yuda.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat H.Dahlan, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M.Taufan mengatakan terkait proyek seragam sekolah SD yang ditemukan ukuran nya kecil atau size nya kecil, sehingga tidak dapat digunakan oleh siswa di SD tersebut. Sampai saat ini pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum ada menerima laporan dari masing masing sekolah yang bersangkutan tersebut.
Jika memang ada, pihaknya tetap akan menggantikan seragam itu sesuai ukuran anak, sehingga anak anak bisa menggunakan seragam itu tahun ini semua nya.
“Oh iya kalau di SD 033 itu dia salah kasih ukuran. Kan sebelum nya kita sudah mengirimkan ukuran ke sekolah nya. Nanti kita penuhi itu, pokok nya pakai baju semua itu,” tepis Taufan, via selulernya Senin (24/8/26).
Menurut dia, seragam sekolah siswa SD yang dibuat oleh rekanan ini berdasarkan masing masing ukuran yang diambil dari masing masing sekolah yang ada.
“Jadi baju yang kecil ukuran nya nanti diusulkan ulang sama SD yang bersangkutan ke Dinas Pendidikan. Tetap kita tukar nanti,” tegasnya.
Ketika ditanya media ini, apakah pihak rekanan yang mengerjakan program seragam sekolah gratis tersebut langsung mengukur ke sekolah se Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut?…Taufan menjawab rekanan tidak ada mengukur ke masing masing sekolah, karena masing masing sekolah sudah diberikan ukuran standar SNI. Jadi disitulah peran sekolah melakukan pengukuran sendiri dengan diberikan ukuran yang sudah ada tersebut.
“Macam mana pihak rekanan yang mengukur sampai sepuluh ribuan sekolah itu, kan ada standar ukuran yang kita kirim waktu formulir daftar awal sudah kita kasih ke masing masing sekolah. jadi sekolah itu secara mandiri lah mereka. Kalau menunggu rekanan yang mengukur kapan siap nya baju ini,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Diketahui tahun ini Dinas Pendidikan menganggarkan bantuan seragam sekolah bagi seluruh siswa baru SD dan SMP sekabupaten Tanjung Jabung barat. Dengan anggaran Rp 6.2 Miliar, program ini termasuk program prioritas didalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat.

BACA JUGA  Peringatan Isra'Miraj, Bupati UAS Sebut Alquran dan Sholat Sebagai Pedoman Hidup

Program seragam sekolah gratis sebelumnya disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat berharap realisasi program dapat segera dilakukan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa dan orang tua, terutama keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi lemah.(Is)

BACA JUGA  Ketua Komisi II DPRD Suprayogi Saiful Turut Hadiri Upacara Harla Pancasila Tahun 2023, Ini Pesan Beliau

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Tanjab Barat Safari Jumat di Masjid Jami’atul Muslimin Parit 4 Darat

Advetorial/Society

Wabup Katamso Sambut Baik Kedatangan Businessman Bangladesh Ke Tanjung Jabung Barat

Berita

Pjs Bupati Tanjab Barat Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda 2024

Berita

Bupati Tanjab Barat Ikuti Rakornas Wasin Tahun 2023 Secara Virtual

Berita

Pemred jambi-independent.co.id Risza S Bassar, Dilantik Jadi Ketua Forum Pemred SMSI Provinsi Jambi

Berita

Ditintelkam Polda Jambi Ajak SMSI Muaro Jambi Tangkal Berita Hoaks

Berita

Peserta Arakan Dambakan Event Pemkab Tanjab Barat, Dua Tahun Alat Sempat Nganggur

Berita

Pemprov Jambi Gelar Nobar Semifinal Piala Asia U23 di Halaman Kantor Gubernur