KUALATUNGKAL Lj – Nelayan perahu kecil atau disebut dengan nelayan tradisional kini bakal terancam tak melaut untuk mencari ikan atau udang. Hal ini disebabkan sulit nya mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) solar, untuk menghidupkan mesin pompong yang mereka gunakan untuk mencari nafkah. Farhan nelayan kecil mengatakan sulit nya mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) solar ini sejak dari kemarin. Sehingga membuat dia bersama orang tua nya tidak dapat mencari rezeki melaut, lantaran mesin pompong yang digunakan tidak bisa berjalan.”Sudah semingguan ini lah bang minyak solar itu sulit kita dapatkan untuk orang tua saye melaut,” ungkap Farhan, Via Seluler nya, (2/6/26). Menurut dia, hampir semua pangkalan penjual minyak solar yang berada disekitar rumah nya tidak ada yang berjualan lagi, habis atau kosong.”Iya bang dua hari ini becari tidak dapat sampai ke sungai saren pun tidak ada orang jual solar,” paparnya. Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hapriansyah,S.ST.PI justru membantah bahwa pasokan bahan bakar minyak solar untuk nelayan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut putus atau kosong. Karena sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan ataupun keluhan dari nelayan terkait BBM Solar tersebut ini sulit mereka nelayan itu dapatkan.”Kalau sampai sekarang pasokan BBM Solar kita aman, dan tidak ada kita dengar dari nelayan sulit didapatkan atau kosong,” kata Kadis, dihubungi via selulernya, (2/6/26). Dijelaskan Hapriansyah, hingga kini nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih tetap melaut, dan kebutuhan makanan seafood dipasaran Kota Kuala Tungkal masih aman dan terpenuhi. Bahkan pedagang di Kuala Tungkal masih banyak yang berjualan di pasar tradisional tersebut.”Kalau ikan, udang kita aman, karena banyak pedagang jualan dipasaran. Artinya nelayan kan masih melaut,” tuturnya. Sementara itu, lanjut dijelaskan dia hampir semua nelayan setiap kali ingin membeli bahan bakar minyak solar di SPBU tersebut memang harus menggunkan kartu.”Jadi nelayan itu membeli BBM Solar per kapal. Begitu juga nelayan kecil menyesuaikan kebutuhan GT. Karena sudah tertulis didalam kartu itu,” timpalnya.(Is)









